Donor darah merupakan aktivitas memberikan atau menyumbangkan darah secara sukarela. Darah kerap dibutuhkan oleh orang yang mengalami luka berat atau menderita penyakit tertentu, seperti anemia, thalasemia, dan kanker darah. Pendonor darah harus memiliki kondisi kesehatan yang baik dan tidak memiliki penyakit tertentu yang dapat menular melalui darah terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang tidak boleh dimiliki oleh seorang pendonor darah, di antaranya:
•Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, masalah paru-paru, atau gangguan fungsi ginjal;
•Memiliki tekanan darah tinggi atau rendah;
•Menderita epilepsi atau sering kejang;
•Menderita penyakit menular atau berisiko tinggi terkena penyakit menular, seperti sifilis, HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, atau malaria;
•Mengonsumsi obat-obatan atau sedang menjalani pengobatan tertentu;
•Memiliki gangguan perdarahan, seperti hemofilia;
•Memiliki riwayat penggunaan narkoba dalam bentuk suntik;
•Memiliki kecanduan terhadap minuman keras.
Perempuan yang sedang menstruasi masih bisa menjadi seorang pendonor, asalkan tidak sedang merasakan sakit atau kadar hemoglobinnya normal saat melakukan donor. Memberi tahu sejujurnya tentang kondisi kesehatan dan gaya hidup Anda kepada petugas donor sebelum melakukan donor darah. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesehatan Anda tidak akan terganggu dan untuk menghindari risiko yang dapat dialami penerima darah.
Pada hari Sabtu, 18 September 2021, mahasiswa KKN UNISBA 2021 mengadakan 2 (dua) kegiatan sekaligus di Gedung Serbaguna EXPDS. Kegiatan ini mengundang 2 (dua) lembaga sekaligus yaitu PMI Kota Blitar dan Terapis Aswaja. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB dengan mengikuti prosedur -prosedur sesuai dengan ketentuan dan persyaratan bagi calon pendonor dan tetap mengikuti protokol kesehatan covid - 19.
Dalam acara donor darah ini dapat dikatakan baik karena pihak panitia telah mempersiapkan dengan matang. Jumlah masyarakat dan mahasiswa pendonor yang lolos pemeriksaan kesehatan dan dapat mendonorkan darahnya terbilang cukup banyak ketimbang jumlah calon pendonor yang gagal dalam pemeriksaan kesehatan.
Diharapkan dari kegiatan donor darah ini dapat menjadi wujud rasa kepedulian mahasiswa terhadap rasa kemanusiaan khususnya bagi orang atau masyarakat yang membutuhkan, karena tidak dipungkiri lagi pada kenyataannya banyak sekali rumah sakit saat ini mengharapkan adanya stok darah bersih dalam jumlah tidak sedikit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar